Pada dasarnya… tidaklah ada transaksi
bitcoin yang berjalan secara offline. Karena
bitcoin berjalan dalam sebuah network. Jd otomatis ya haruslah terkoneksi di dalam jaringan. Namun… tentu akan cukup sulit bagi user saat hendak bertransaksi kepada sebuah merchant… terlebih jika pada suatu kondisi tertentu…
i user dalam kondisi yg sulit koneksi… entak masalah jaringan yg limit… atau bahkan hanya punya device yg dalam kondisi offline.
Dalam hal ini … coba saja untuk melihat konteks sebuah transaksi. Dan menariknya… tipologi bangunan bitcoin jg memungkinkan dan mendukung banyak hal.
Di dalam sebuah transaksi… proses interaksi sebenarnya hanyalah melibatkan antara sender dan recipient saja bukan??? Transaksi antar keduanya saling diverifikasi antar kedua belah pihak. Sender memastikan bahwa dia adalah pemilik koin, memastikan juga besaran koin yang akan digunakan dan belum pernah digunakan sebelumnya… dan menandatangani transaksi. Selanjutnya penerima jg demikian… lalu menandatangani transaksi.
Seperti yg disinggung diatas… krn bitcoin berbasis network… maka transaksi kedua belah pihak tersebut, butuh untuk dipublikasikan di dalam jaringan. Agar transaksi tersebut juga dapat disimpan sebagai sebiah transaksi yang valid oleh penambang… dan disimpan kedalam cabang rantai blockchain. Hal semacam inilah yg membuat blockchain mampu menjadi temper proof… krn keabsahan dan validitas transaksinya tetap terjaga. Dan sekaligus… mampu sebagai benteng atas aksi-aksi double spending. Mengapa demikian? Karena jika ada dua transaksi yg sama (double spend)… pasti hanya akan ada satu saja transaksi yg valid. Dan transaksi lain dianggap tidak valid.
Mari kita lanjutkan…
Dari dua belah pihak… karena bitcoin adalah network based… maka setidaknya antara sender dan recipient… butuh syarat mutlak… yakni salah satunya… haruslah terkoneksi di jaringan. Bagaimana dengan sender yg dalam kondisi offline saat itu??? Sender… masih bisa menuntaskan transaksi itu…biasanya… segala macam kebutuhan akan hal ini telah disiapkan oleh pihak merchant untuk mempermudah pelanggannya saat bertransaksi. Termasuk jg bagaimana merchant tersebut menangani output scriptPubKey dalam input yg disertakan oleh sender. Dan juga scriptPubKey pada key yg hendak digunakan untuk menandatangani transaksi tersebut.
Media yg dapat digunakan pada transaksi kondisional tersebut… bs menggunakan qr code, flash drive, bluetooth, ataupun yg lain. Ketika setelah selesai semuanya dr merchant… hasilnya ditransfer lg ke device sender yg offline untuk ditandatangani. Atau bs jg saat sender telah dapat kembali online… ia segera dapat menandatangani transaksi tersebut. Sejauh ini sdh ada banyak layanan yg memungkinkan hal tersebut.
Nahh… jadi kesimpulannya adalah… pada dasarnya ttp tidak ada transaksi yg berjalan secara ofline.